Senin, 08 Februari 2016

Berwisata dan Belajar Batik

Di saat musim liburan sekolah anda bisa memanfaatkan waktu untuk berwisata. Jika wisata anda tidak hanya sekedar berwisata, maka alangkah baiknya jika wisata anda dikemas dalam paket wisata edukasi agar peserta dapat memperoleh kepuasan bathin yang sempurna.
Sekarang banyak tempat wisata yang dilengkapi dengan sarana edukasi, baik untuk pengenalan budaya, adat dan pelestarian warisan budaya. Salah satunya adalah Sentra Batik Tulis Giriloyo yang beralamat di dusun Giriloyo, Wukirsari, Imogiri, Bantul. Di tempat ini anda bisa melihat sekaligus membeli produk kerajinan batik tulis serta belajar batik tulis.
Ada beberapa paket yang ditawarkan di sini. Dari sekedar belajar batik hingga belajar proses warna alam. Paket yang ditawarkan dari Rp 25.000,- untuk peserta hingga ratusan bahkan jutaan rupiah, tinggal jenis atau paket mana yang mau diambil. Yang jelas anda akan merasa puas bisa mencoba dan merasakan betapa tak mudahnya membuat batik tulis. 
Di tempat ini telah menjadi langganan wisata belajar batik bagi sekolah-sekolah favorit terutama dari Jakarta, Bandung, Bogor dan kota-kota besar lainnya. Jika anda seorang guru anda pun bisa mengajak siswa-siswi anda untuk berwisata batik di tempat ini. Jika anda seorang karyawan baik swasta maupun karyawan PNS anda juga bisa mengunjungi bersama teman-teman anda untuk berdiskusi dengan komunitas pengrajin di tempat ini.

Kamis, 17 September 2015

Motif-Motif Batik Yogya

Potensi alam Yogyakarta sangat banyak kontribusinya dan mempunyai andil yang cukup besar untuk terciptanya ragam hias dengan pola-pola yang mengagumkan. Sekalipun ragam hiasnya tercipta dari alat yang konfensional dan proses kerja yang terbatas, namun hasilnya merupakan karya seni yang amat tinggi nilainya. Jadi, kain batik-tulis bukanlah hanya sekedar kain, melainkan telah menjadi suatu bentuk seni yang diangkat dari hasil cipta, rasa dan karsa pembuatnya.
Motif-motif ragam hias biasanya dipengaruhi dan erat kaitannya dengan faktor- faktor:
1)    Letak geografis,
2)    Kepercayaan dan adat istiadat;
3)    Keadaan alam sekitarnya termasuk flora dan fauna; dan
4)    Adanya kontak atau hubungan antar daerah penghasil batik; dan
5)    Sifat dan tata penghidupan daerah yang bersangkutan. 
 Beberapa nama ragam hias atau motif batik Yogyakarta antara lain: Parang, Banji, tumbuh-tumbuhan menjalar, tumbuh-tumbuhan air, bunga, satwa, Sido Asih, Keong Renteng, Sido Mukti, Sido Luhur, Semen Mentul, Sapit Urang, Harjuna Manah, Semen Kuncoro, Sekar Asem, Lung Kangkung, Sekar Keben, Sekar Polo, Grageh Waluh, Wahyu Tumurun, Naga Gini, Sekar Manggis, Truntum, Tambal, Grompol, Ratu Ratih, Semen Roma, Madau Broto, Semen Gedhang, Jalu Mampang dan lain sebagainya. Masing-masing motif tersebut memiliki nilai filosofis dan makna sendiri.

Adapun makna filosofis dari batik-batik antara lain:
  • .Sido Asih mengandung makna si pemakai apabila hidup berumah tangga selalu penuh  dengan kasih sayang
  • Sido Mukti mengandung makna apabila dipakai pengantin, hidupnya akan  selalu dalam kecukupan dan kebahagiaan;
  • Sido Mulyo mengandung makna si pemakai  hidupnya akan selalu mulia;
  • Sido Luhur mengandung makna si pemakai akan menjadi orang berpangkat yang berbudi pekerti baik dan luhur;
  • Truntum3 mengandung makna cinta yang bersemi;
  • Grompol artinya kumpul atau bersatu, mengandung makna agar segala sesuatu yang baik bisa terkumpul seperti rejeki, kebahagiaan, keturunan, hidup kekeluargaan yang rukun;
  • Tambal mengandung makna menambah segala sesuatu yang kurang. Apabila kain dengan motif tambal ini digunakan untuk menyelimuti orang yang sakit akan sebauh atau sehat kembali sebab menurut anggapan pada orang sakit itu pasti ada sesuatu yang kurang; 

Rabu, 21 Januari 2015

Ceplok Kembang Kates Untuk PNS Kab. BANTUL

Batik Motif Ceplok Kembang Kates yang direncanakan untuk seragam PNS di wilayah Kabupaten Bantul setelah melalui proses yang panjang dan diadakan diskusi antara Dinas Perindustrian Kabupaten Bantul dan para Pengrajin batik di wilayah bantul, ahirnya telah ditentukan beberapa kesepakatan mengenai mekanisme produksi batik Ceplok kembang kates tersebut.
Kesepakatan-kesepakatan terebut di antaranya: 

  1. Warna boleh diproses dengan jenis warna apa saja yang penting warnanya sama atau paling tidak mendekati seperti yang telah dikonsepkan oleh perancang awal motif terrsebut.
  2. Batik Ceplok Kembang Kates ini hanya boleh diproduksi dengan teknik-sistim Cap, cap kombinasi tulis dan atau tulis murni. Artinya, batik Ceplok Kembang Kates ini tidak boleh diproduksi dengan sistim Printing, karena ini akan mematikan pengrajin batik di wilayah Bantul.
  3. bagi masyarakat umum-non PNS boleh memakai batik motif Ceplok Kembang Kates ini yang warnanya di luar dari ketiga warna yang telah ditentukan bagi ketiga kategori PNS (Merah): PNS, guru dan tenaga medis (Hijau) dan Lembaga-intansi swasta (Biru keungu2an).
  4. Batik Motif Ceplok Kates dihargai minimal Rp. 120.000,- jika ada yang menjual kurang dari harga tersebut maka dinas perindustrian tidak bertanggung jawab atas produk tersebut.



Iklan Gratis - Pasang Iklan Baris Tanpa Daftar Gratis Langsung Tayang!
Gurah

Entri Populer